Pages

Rabu, 19 Desember 2012

Tidak Semua Laki-Laki Seperti Aceng Fikri

     -->
 Sebuah Persembahan Terbaik Untuk Orang Ter-baik
                                                  Teruntuk Istri dan Anak Tercinta
                                                                                                      




‘’Jika engkau memang telah yakin dengan keputusan mu, maka aku bertawakal kepada Allah. Aku yakin engkau adalah anugerah terindah yang Allah berikan kepadaku. Dengan mengucap Basmallah aku terima pinanganmu. Aku tunggu kedatanganmu bersama orang tuamu’’

Kubaca SMS balasan dari calon istri saat dengan penuh keharuan. SMS yang berisi jawaban untuk melanjutkan proses perkenalan kami menuju jenjang yang lebih tinggi yaitu pernikahan. Tiga hari setelah SMS itu ku terima, aku datang bersama kedua orang tua untuk meminang secara resmi kepada kedua orang tua calon istriku. Alhamdulillah pinanganku diterima oleh kedua orang tua calon istriku dan menyepakati tanggal, bulan pernikahan. 

Dua bulan setelah pinangan, aku melaksanakan resepsi pernikahan. Aku ingat ketika ikrar janji didepan penghulu dan saksi untuk setia dan bertanggungjawab menjalankan amanah sebagai suami. Ikrar janji yang senantiasa tertanam dalam hati dan pikiran. Resepsi pernikahan pun diadakan dengan kesederhanaan namun tetap elegan. Seluruh teman dan istriku hadir mendoakan pernikahan kami agar kelak menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan warohmah. 

Hari-hari pertama pasca resepsi pernikahan merupakan hari yang luar biasa. Luar biasa karena aku telah memiliki istri, setiap hari tidak pernah terlupa susu hadir menemani pagi, candaan tawaan menghiasi hari-hari pertama pernikahan kami sampai satu minggu usia pernikahan, kami memutuskan untuk mengontrak sebuah rumah petak, rumah kecil namun bersih indah, rumah yang layak kami sebut sebagai surga di dunia.

Usia satu bulan pernikahan kami ternyata istriku terlambat mendapat siklus bulanan. Aku beserta istri mengunjungi dokter untuk memeriksakan kondisi istri dan ternyata istriku dinyatakan positif mengandung dengan usia kandungan 2 minggu. Hufff….luar biasa tanpa terasa aku akan menjadi seorang ayah. Rasa senang, khawatir bercampur harapan menyeruak kedalam hati dan pikiran. Hari-hari ku jalani dengan penuh perhatian mendampingi istri yang tengah hamil, perhatian akan pola makan, vitamin dan cek secara berkala ke dokter aku lakukan sampai menyiapkan perlengkapan persalinan istri, sebagai suami aku ingin memberikan yang terbaik untuk istriku.

Sampai hari itu pun tiba, hari yang kami tunggu-tunggu, hari persalinan istriku tercinta, seluruh keluarga besar kami hadir mendampingi persalinan istriku. Ku dampingi proses persalinan istri sampai akhirnya suara anakku menyeruak menghiasi seisi ruangan. Hmm…aku telah menjadi seorang ayah, tanpa terasa air mata berkumpul dalam kelopak mata, ku dekati telinga anakku, ku lantunkan suara azan dan iqomah. Dalam hati kuberkata ‘’anakku ini aku ayahmu selamat datang di dunia, jadilah engkau kelak anak yang sholeh, yang berguna bagi orang tua, agama, bangsa dan negara’’.

Satu minggu aku dan istri mencari alternatif nama yang terbaik untuk anakku, dan alhamdullillah kami telah dapatkan nama yang terbaik, nama yang menggambarkan doa dan harapan kami sebagai orang tua. Aku dan istri memberi nama anak kami Tsaqif Taufiqurrahman Al-Fatih yang memiliki arti Anak pertama yang cerdas, pintar yang kelak dapat sukses didunia dan diakhirat. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran putra kami dan menyiarkan nama putra kami, kami adakan acara aqiqahan yang dihadiri keluarga besar dan teman-teman terdekat.

Hari-hari pun berlalu anak ku tumbuh semakin hari semakin besar, kebahagiaan dari sisi perhatian terhadap tumbuh kembang, kasih sayang, dan materi senantiasa aku dan istri berikan. Sebagai ayah aku ingin memberikan dan mempersembahkan yang terbaik untuk anakku. Hingga kini anakku telah beranjak makin dewasa usianya telah memasuki 2 tahun 7 bulan, aku telah harus memikirkan tentang pendidikan nya diusia dini pada jenjang formal.

Berpikir dan bertindak yang terbaik untuk istri dan anak senantiasa aku lakukan, hingga keputusan untuk berpindah rumah dari kontrakan petakan ke kontrakan rumah yang cukup besar aku lakukan dengan harapan aku dapat membuka bimbingan belajar sehingga dapat menambah pemasukan bulanan, untuk dapat mengontrak rumah yang besar, rumah yang cukup untuk aku membuka bimbingan belajar memerlukan biaya yang besar sehingga aku memberanikan diri meminjam uang ditempat aku bekerja dan ternyata masih belum mencukupi sampai akhirnya aku harus menjual emas mahar simbol ikatan pernikahan, dalam hati saat itu aku berjanji mengganti emas mahar tersebut dengan jumlah yang lebih besar, walaupun sampai saat ini belum tertunaikan. Doa dan usaha senantiasa ku lakukan untuk menunaikan janji hatiku terhadap istri sampai saat ini dan aku yakin janji itu kelak akan tertunaikan dengan jumlah yang sangat besar. Sehingga dengan bangga aku dapat mempersembahkan yang terbaik untuk istriku.

***

Sahabat cerita diatas merupakan cerita nyata kehidupan suami dan istri. Istri sholehah yang senantiasa mendukung dan memahami suami. Suami amanah yang menjaga kehormatan istri, tidak pernah merendahkan istri, senantiasa memahami dan pengertian, senantiasa berusaha memberikan kebahagiaan kepada istri, suami yang senantiasa membimbing istri menuju ridho ilahi, suami yang tidak seperti Bupati Garut Aceng Fikri tentunya. 

Sahabat persembahan terbaik saya, persembahkan kepada anak dan istri saya. Istri yang senantiasa mendukung setiap aktivitas suami. Istri yang rela bekerja demi membantu ekonomi keluarga.. Istri yang merelakan emas mahar dijual demi mendukung usaha suami. Istri yang senantiasa sabar menemani suami saat suka maupun duka. Istri yang dengan sabar dan keibuan mendidik anak kami.Istri yang memasak, mencuci bahkan menyetrka pakaian walaupun dalam kondisi lelah mendera.

Istriku biarlah seisi dunia tahu, bahwa aku mencintai mu. Love u honey …..
READ MORE - Tidak Semua Laki-Laki Seperti Aceng Fikri

Senin, 17 Desember 2012

Masukan Atas Rancangan Struktur Kurikulum 2013 Tingkat Sekolah Dasar






Usulan Komponen Rancangan Alternatif – 1


Masukan Atas Komponen Rancangan Alternatif -1

Berbasis tematik-integratif sampai kelas VI


Berbasis tematik integratif untuk tahun ajaran 2013/2014 sebaiknya hanya sampai kelas III dengan pertimbangan :
v  Jika tematik integratif diterapkan juga pada kelas IV sampai kelas VI maka akan timbul masalah pada fokus pembelajaran: ada istilah-istilah IPA yang memiliki arti berbeda dengan istilah-istilah umum pada matapelajaran Bahasa Indonesia, misalnya: “gaya”, “usaha”, “daya”, dll. 
v  Jika materi IPA kelas IV sampai kelas VI dipaksakan bergabung dengan Bahasa Indonesia, akan terjadi pendangkalan materi IPA (terhapusnya beberapa bagian materi IPA), dampak negatifnya:
-    Prestasi kita di TIMSS dan PISA akan menurun
-    Anak tidak banyak mengerti istilah-istilah IPA, sehingga tidak suka membaca surat kabar/majalah yang mempunyai kolom sains.
v  Penerapan tematik integratif sampai kelas VI dimungkinkan pada tahun 2014/2015 setelah melalui sosialisasi, dan pelatihan yang  matang.


Menggunakan kompetensi lulusan untuk merumuskan kompetensi inti pada tiap kelas


Sangat baik penggunaan kompetensi lulusan untuk merumuskan kompetensi inti di kelas dan dalam rangka pencapaian kompetensi inti di kelas maka penekanan keterlibatan guru kelas dan guru bidang study sangat penting.



Menggunakan pendekatan sains dalam proses pembelajaran [mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, mencipta] semua mata pelajaran


Pada prinsipnya dalam semua proses pembelajaran harus mengandung kegiatan mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta namun redaksi kalimat  menggunakan pendekatan sains dalam proses pembelajaran’’ kurang tepat,  karena mengesankan hanya pada pembelajaran sains yang mengandung semua unsur kompetensi tersebut dalam tataran praktis semua mata pelajaran harus memasukkan unsur taksonomi bloom tingkatan ketercapaian kompetensi dari C1 sampai C6 termasuk aspek penilaian yang harus memperhatikan unsur kognitif, afektif dan psikomotor.


Meminimumkan jumlah mata pelajaran dengan hasil dari 10  dapat dikurangi menjadi 6 melalui pengintegrasian beberapa mata pelajaran:
-       IPA menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia , Matematika, dll
-       IPS menjadi materi pembahasan pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, dll
-       Muatan lokal menjadi materi pembahasan Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
-       Mata pelajaran Pengembangan Diri diintegrasikan ke semua mata pelajaran


Setelah memetakan SK, KD, Indikator, Menyusun tema dan jaringan tema, menyusun silabus, RPP, program semester serta program tahunan maka penyesuaian jumlah mata pelajaran dan pengintegrasian IPA dan IPS ke dalam mata pelajaran yang lain relevan untuk dilaksanakan terutama untuk kelas I sampai III SD.

Perbedaan antara IPA/IPS dipisah atau diintegrasikan hanyalah pada apakah buku teksnya terpisah atau jadi satu. Tetapi bila dipisah dapat berakibat beratnya beban guru, kesulitan bagi bahasa Indonesia untuk mencari materi pembahasan yang kontekstual, berjalan sendiri melampaui kemampuan berbahasa peserta didiknya seperti yang terjadi saat ini, dll


Buku teks yang digunakan jika menggunakan tematik disusun berdasarkan tema artinya dalam satu semester hanya 4 sampai 6 buku tergantung dari jumlah tema yang ditentukan. Hal ini akan meringankan siswa dalam membawa buku

Menambah 4 jam pelajaran per minggu akibat perubahan proses pembelajaran dan penilaian


Penambahan jam sebaiknya tidak perlu sampai  4 jam cukup 2 jam, kelebihan waktu 2 jam akibat adanya penyesuaian mata pelajaran dapat mempertimbangkan masuknya kurikulum unggulan sekolah semisal Qur’an Center, Technologi For Kids


READ MORE - Masukan Atas Rancangan Struktur Kurikulum 2013 Tingkat Sekolah Dasar

Kamis, 13 Desember 2012

Kurikulum Baru Untuk Indonesia 2030



Ditengah berbagai macam permasalahan yang meliputi bangsa Indonesia seperti korupsi, kemacetan lalu lintas, narkoba, kualitas birokrasi, penegakan hukum, penguasaan teknologi, ketimpangan ekonomi antara kelas atas dan bawah serta pengelolaan SDA, Indonesia tahun 2030 diprediksi oleh McKinsey Global Institute akan menjadi negara maju. Hal tersebut didasarkan pada fakta bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif stabil dan mengalami kecenderungan naik selama kurun waktu 4 – 5 tahun terakhir. Hal tersebut membanggakan karena pertumbuhan ekonomi Indonesia terjadi ditengah krisis global dunia yang terjadi akibat dampak krisis ekonomi yang terjadi kawasan negara-negara di eropa. 

Prediksi yang disampaikan oleh McKinsey Global Institute harus membawa optimisme seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama menyatukan visi dan merumuskan gerak langkah menuju Indonesia maju 2030. Indonesia maju adalah pasti, dan penting menyatukan visi, dan merumuskan gerak langkah menuju Indonesia maju 2030 diawali  dengan membangun kesadaran kolektif seluruh komponen bangsa termasuk masyarakat, dan kemudian bergerak bersama menyongsong kemajuan tersebut sesuai dengan kapasitas keahlian dibidangnya.

Kurikulum Baru dan Indonesia 2030

Optimisme menyongsong Indonesia maju tahun 2030 terbangun dikalangan kementerian pendidikan dan kebudayaan dimana kemendikbud merencanakan untuk merevisi kurikulum yang ada saat ini dengan kurikulum 2013, yang saat ini tengah memasuki uji publik. Uji publik yang dimulai sejak tanggal 29 November  2012 gencar mendapat dukungan masyarakat namun hal yang bertentangan muncul dari Anggota Komisi X, mantan pelawak Miing Bagito seperti dikutip dalam wawancarasaat Kunjungan spesifik Panja Kurikulum Komisi X DPR ke Solo, Propinsi Jawa Tengah ia menyampaikan bahwa ’’Pada kurikulum baru, yang dilatih hanya kecerdasan kognitif, tapi kecerdasan attitudenya tidak dilatih. Menurut saya masih kurang tepat (kurikulumnya)’’. Pernyataan Miing tersebut menggambarkan kedangkalan informasi yang dimilikinya mengenai kurikulum 2013 dan sangat disayangkan sebagai anggota dewan yang membidangi masalah pendidikan. Kurikulum 2013 disusun dengan memetakan tantangan masa depan, kompetensi masa depan, persepsi masyarakat, dan fenomena negatif yang mengemuka serta mempertimbangkan aspek kompetensi lulusan peserta didik yang meliputi 3 ranah yaitu ranah kognitif (pengetahuan), afektif (sikap/attitude), dan psikomotorik (keterampilan).

Perumusan kurikulum didasarkan pada 3 aspek yaitu aspek filsafat, aspek sosiologis dan aspek psikologis. Aspek filsafat memberikan pengertian mengenai hakikat peserta didik, yang harus dilakukan peserta didik, dan yang harus menjadi isi dari kurikulum dengan demikian akan bermanfaat dalam menentukan arah peserta didik, memberi gambaran tentang hasil yang harus dicapai peserta didik, menentukan cara dan proses untuk mencapai tujuan itu, memungkinkan pendidik menilai usahanya sejauh mana tujuan tercapai, dan memberi motivasi atau dorongan bagi kegiatan-kegiatan dalam proses pendidikan.

Aspek sosiologis memberikan gambaran mengenai kebermanfaatan kurikulum menjawab permasalahan yang terdapat dalam masyarakat, bangsa dan negara, kurikulum dalam aspek sosiologis harus mampu memberi solusi jangka menengah atau jangka panjang terhadap berbagai permasalahan bangsa semisal korupsi, narkoba, penegakan supremasi hukum termasuk solusi membangun basis ekonomi kerakyatan dengan memunculkan wirausahawan-wirausahawan baru, peningkatan teknologi, peningkatan kesejahteraan buruh dan petani.

 Aspek psikologis memberikan gambaran akan pentingnya memahami psikologi peserta didik, memahami bagaimana peserta didik belajar dan cara yang terbaik untuk mengajar. Aspek psikologi dalam pendidikan merupakan penerapan prinsip-prinsip psikologi terhadap problema proses pembelajaran. Lansadan psikologi membawa pendidik mengenal berbagai macam teori belajar, yang dikembangkan ke dalam model pembelajaran dan diterapkan dalam proses pembelajaran sampai pada evaluasi pembelajaran.

Bersambung …





READ MORE - Kurikulum Baru Untuk Indonesia 2030

Minggu, 25 November 2012

Selamat Hari Guru

-->


Pembangunan nasional dalam bidang pendidikan merupakan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia serta menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, dan beradab berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pembangunan nasional dalam bidang pendidikan diarahkan untuk meningkatkan ketersediaan layanan pendidikan, memperluas keterjangkauan layanan pendidikan, meningkatkan kualitas mutu dan relevansi layanan pendidikan, mewujudkan kesetaraan dalam memperoleh layanan pendidikan dan menjamin kepastian memperoleh layanan pendidikan. Untuk itu perlu dilakukan pemberdayaan dan peningkatan mutu guru secara terencana, terarah, dan berkesinambungan, mengingat guru mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan nasional.

Peran guru dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia sungguh besar dan sangat menentukan. Sejak masa penjajahan, guru selalu menanamkan kesadaran akan harga diri sebagai bangsa dan menanamkan semangat nasionalisme kepada peserta didik dan masyarakat. Pada tahap awal kebangkitan nasional, para guru aktif dalam organisasi pemuda pembela tanah air dan pembina jiwa serta semangat para pemuda pelajar.

Guru merupakan salah satu faktor yang strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan yang meletakkan dasar serta turut mempersiapkan pengembangan potensi peserta didik untuk masa depan bangsa. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Kemajuan suatu bangsa tergantung dari besarnya perhatian dan upaya bangsa yang bersangkutan dalam mendidik generasi muda. Jika anak bangsa memperoleh kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengembangkan bakat dan kecakapannya, mendalami pengetahuan, serta mengembangkan disiplin, watak, kepribadian dan keluhuran budinya, maka bisa dikatakan bangsa tersebut akan memiliki masa depan yang cerah. Oleh karena itu, berbagai upaya untuk meningkatkan profesionalitas guru seperti peningkatan kesejahteraan guru, dan pengembangan kompetensi guru dalam bentuk pelatihan, seminar, lomba guru berprestasi harus terus dievaluasi dan ditingkatkan agar harkat dan martabat bagi bangsa yang sedang membangun dapat tercapai.
Selamat Hari Guru
Dikutip dari :
Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2012 Kemendikbud
READ MORE - Selamat Hari Guru
 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates